Sesi permainan dadu pada waktu tengah malam dibuka dengan tujuan menahan ukuran taruhan. Yang diperhatikan lebih dulu adalah mata dadu, kemudian jumlah lemparan dibaca tanpa terburu. Tempo dibuat renggang di antara babak, sedangkan lama duduk dibatasi empat puluh menit. Dengan batas itu, permainan dadu tidak didikte oleh kecepatan layar.

Alurnya tetap pendek: amati mata dadu, cek jumlah lemparan, lalu catat hasil yang muncul. Ukuran taruhan tidak naik hanya karena satu babak permainan dadu terasa cepat atau lambat. Bila tempo terasa lebih rapat daripada rencana renggang di antara babak, babak berikutnya ditunda sebentar. Jumlah lemparan tidak menjadi alasan untuk melewati batas empat puluh menit.

Di pertengahan waktu tengah malam, tujuan menahan ukuran taruhan dicek kembali sebelum ada babak baru. Catatan hanya menyebut lama empat puluh menit, jenis permainan dadu, dan kesan tempo. Hasil yang bagus maupun buruk ditulis netral, sesuai tujuan menahan ukuran taruhan. Selama jumlah lemparan masih diikuti, tidak ada meja lain yang dibuka bersamaan.

Menjelang akhir, tujuan menahan ukuran taruhan menjadi syarat terakhir untuk menutup permainan dadu. Modal yang tersisa dihitung sebagai angka, lalu sesi tengah malam dinyatakan selesai. Hiburan di layar berhenti pada batas empat puluh menit walaupun tombol permainan masih ada. Setelah permainan dadu ditutup, tidak ada babak tambahan di luar tujuan menahan ukuran taruhan.